Jumat, 01 November 2013

Seandainya Kita Beriman.....

Seandainya Kita Beriman.....

Salah satu rukun iman, yang harus diyakini keberadaannya, adalah adanya hari 'AKHIRAT'. Akan ada suatu masa nanti, semua manusia dan jin yang pernah hidup di muka bumi dikumpulkan oleh Allah untuk diperhitungkan amal perbuatannya selama masa hidup di dunia. Di sana kita akan mempertanggungjawabkan segala prilaku selama kita singgah di dunia, untuk ditimbang mana yang lebih berat antara amal kebaikan dibandingkan dengan tingkah kejahatan. Lalu setelah itu masing-masing akan mendapat balasan dari Allah 'Azza wa jalla. Yang lebih berat nilai kebaikannya akan masuk ke dalam surga Allah serta mendapatkan keridhaan-Nya, hidup kekal abadi dalam nikmat yang tiada tara. Yang beriman kepada Allah, tapi timbangan kejahatannya lebih berat, maka akan masuk neraka Allah untuk jangka waktu tertentu, sampai nilai-nilai kejahatannya berkurang beratnya dari nilai kebaikan, lalu dia dimasukkan pula sesudah itu ke dalam jannah. Ke dalam surga Allah. Adapun orang-orang kafir, orang-orang yang mempersekutukan Allah, atau orang-orang yang memperolok-olokkan agama Allah semasa hidupnya, mereka akan dimasukkan Allah ke dalam neraka dan mereka kekal di dalamnya.

Marilah kita amati dari tengah. Seandainya kita termasuk orang yang beriman kepada Allah, tapi gemar melakukan bermacam-macam kejahatan, baik kejahatan terhadap aturan-aturan yang ditetapkan Allah, seperti lalai dalam menjalankan apa-apa yang diperintahkan-Nya, dan suka melakukan amalan yang dilarang-Nya, maka kita akan dimasukkan Allah ke dalam neraka 'sementara'. Orang Yahudi mengklaim, bahwa seandainya mereka dimasukkan ke dalam neraka, niscaya itu hanya untuk beberapa hari saja. (Lihat surah Al Baqarah ayat 80!). Padahal yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi tentang lamanya mereka di akhirat itu hanyalah angan-angan mereka saja. Seandainya benar hanya untuk beberapa hari saja, itupun pantas untuk kita perhitungkan. Pertama, karena satu harinya akhirat itu tidak sama dengan satu hari dunia. Allah menjelaskan di dalam surah Sajdah (surah 32, ayat 5) yang artinya; 'Dia yang mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian disampaikan kepada-Nya dalam satu hari yang lamanya seribu tahun menurut perhitunganmu.'' Itu dari hitungan waktunya.

Lalu bayangkan pula deritanya. Bayangkan dengan rasa sakit ukuran biasa di dunia. Sakit ketika kulit kita tersentuh benda panas. Semisal kena tumpahan minyak panas. Berdenyut-denyut rasa sakitnya. Dan lama. Bisa jadi sepanjang malam kita tidak dapat tidur karena sakitnya. Atau bayangkan kita sakit gigi. Sakit luar biasa dan  sangat tersiksa rasanya. Atau sakit ketika bisul hampir pecah. Di dunia, rasa sakit itu atas izin Allah dibatasi waktunya. Katakanlah beberapa jam. Atau beberapa hari sekalipun. Dapat kita cari penawar atau obat lalu dengan izin Allah pula berakhir rasa sakitnya. Di akhirat rasa sakit itu akan lebih berat lagi dan dirasakan terus menerus. Kalau rasa sakit itu dirasakan pada kulit yang terbakar, maka kelak, setiap kali kulit itu hangus, niscaya diganti Allah dengan kulit yang baru dan dirasakan terus sakitnya. Tidak ada obatnya.

Penghuni neraka dalam deritanya berusaha untuk keluar dari dalamnya tapi tidak akan pernah berhasil. Seperti firman Allah dalam surah Sajdah ayat 20; '..... Setiap mereka hendak keluar dari sana, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya. Dan kepada mereka dikatakan; 'Rasakanlah siksaan neraka yang dahulu kamu dustakan.' Neraka yang ada penjaganya, yang sangat keras dan bengis, malaikat Malik namanya, yang sangat patuh kepada Allah dan senantiasa menjalankan apa yang diperintahkan Allah kepadanya. (Lihat surah At Tahrim ayat 6).

Sekarang bayangkan bahwa kita dihukum atas dosa apa saja, yang tidak atau belum diampuni oleh Allah karena kita tidak minta ampun kepada-Nya. Dan disiksa Allah dengan siksaan yang sangat berat. Atau bayangkan dosa yang kita buat kepada sesama manusia. Misalnya kita ambil haknya. Kita curi hartanya. Dan dia tidak ridha alias kita tidak dimaafkannya. Untuk ukuran di dunia, Allah perintahkan agar pencuri itu dipotong tangannya. Tapi karena sang pencuri itu pandai berkelit, dibela oleh pembela yang handal dia tidak dihukum di dunia ini. Maka nanti di akhirat, di dalam neraka Allah akan dipotong tangannya. Dan Allah Ta 'ala akan menimpakan rasa sakit dipotong tangan itu dengan ukuran akhirat. Seandainya dia mencuri seekor kambing, di dunia ini seharusnya dihukum dengan memotong tangannya. Tapi hal itu tidak dilakukan karena kepintarannya mengelabui pengadilan, maka nanti dia akan dihukum di akhirat. Kalau dia mencuri setara dengan 1000 ekor kambing niscaya Allah dengan kekuasaan-Nya akan menimpakan rasa sakit potong tangan yang setara. Mungkin sakitnya seribu kali lebih sakit, atau waktu deritanya dilipatgandakan Allah dengan  yang setimpal. Wallahu a'lam, Allah saja yang tahu bagaimana beratnya derita yang akan ditimpakan-Nya. Dan pengadilan Allah di akhirat itu adalah yang seadil-adilnya.

Begitu untuk setiap dosa dan pelanggaran, akan diperhitungkan Allah kelak di akhirat. Dosa kita kepada Allah, kalau kita bertaubat dan minta ampun kepada-Nya, maka Allah akan mengampuninya. Tidak demikian halnya dengan dosa kepada sesama manusia. Selama dosa itu belum dimaafkan, maka di akhirat kita akan mempertanggungjawabkannya dan akan menerima hukuman Allah. Kita zhalimi seseorang di dunia ini, kita hinakan dia, kita sakiti dia, kita rampas haknya dan dia tidak memaafkan kita, niscaya nanti di akhirat kita harus menyelesaikannya. Dan penyelesaian akhirat hanya berupa hukuman Allah, di dalam neraka-Nya. Tidak mungkin kita berkelit. Tidak bisa baru di sana nanti minta maaf. Maka hendaklah perhatikan benar. Untuk saling memaafkan selagi masih di dunia.

Sementara penghuni surga akan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Nikmat yang belum pernah ada manusia dan jin merasakannya selama mereka tinggal di dunia. Keindahan surga yang belum ada mata manusia  pernah melihatnya. Tidak mampu manusia membayangkannya. Yang dirasakan oleh penghuni surga itu hanyalah kenikmatan demi kenikmatan. Dan keridhaan Allah atas mereka. Dan mereka akan menikmatinya selama-lamanya, sejak mereka menjejakkan kaki di dalamnya.

Seandainya kita benar-benar beriman dengan keberadaan AKHIRAT. Maka hendakah kita berusaha mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, agar kelak kita termasuk ke dalam kelompok hamba-hamba Allah yang diridhai-Nya. Yang dimasukkan-Nya kedalam surga-Nya. Agar kita terhindar dari menerima hukuman-Nya. Sungguh Allah sudah memperingatkan kita, bahwa siksa-Nya sangat pedih.

****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar