Selasa, 29 November 2016

Belanja On Line

Belanja On Line   

Belanja on line adalah termasuk hal baru, yang tidak kita kenal belasan tahun yang lalu.  Sekarang kita bisa membeli banyak hal (barang) tanpa harus pergi ke toko atau ke pasar. Cukup dipesan melalui internet, atau melalui pesan singkat entah dengan sms atau WA, yang kita alamatkan ke penyedia barang yang kita inginkan lalu mereka akan mengirimnya ke alamat kita. Cukup banyak jenis barang yang bisa kita beli dengan cara on line seperti itu. Termasuk alat-alat elektronik, buku-buku, pakaian, tas dan bahkan makanan. Anak sulungku sedang merintis usaha penjualan kue-kue secara on line.  Benar-benar sebuah terobosan.

Beberapa hari yang lalu kami mengadakan acara pertemuan silaturahim / arisan di rumah seorang saudara. Di antara hidangan makanan siang yang disajikan ada gulai itiak lado mudo yang didatangkan dari Bukit Tinggi. Mulanya, aku bertanya dengan agak bodoh, siapa yang baru datang dari kampung. Saudara itu menjawab, itiak lado mudo ini yang baru datang dari Bukit Tinggi. Dan dia datang sendiri, tambahnya. Aku baru sadar bahwa ternyata gulai itik itu dipesannya secara on line

Bukannya tidak percaya dengan keterangan saudaraku itu, sementara aku malu bertanya bagaimana cara memesannya, iseng-iseng aku cari di internet informasi tentang kedai gulai itiak lado mudo yang terletak di Ngarai Sianok Bukit Tinggi. Dan ketemu. lengkap dengan nomor hape pemilik kedai. Dan nomor itu ternyata terdaftar di WA. Aku hubungi nomor tersebut melalui pesan WA, dan menanyakan bagaimana cara memesan gulai itiknya. Pesanku dijawab dan katanya, beritahukan saja alamat bapak. Aku tanya lagi, berapa harganya dan kemana harus ditransfer uang pembayarannya. Dijawab lagi, nanti sajalah kalau barang sudah dikirim.

Lalu aku kirim nama dan alamat lengkapku. Aku masih menunggu-nunggu informasi harga dan nomor rekening bank pemilik kedai. Tidak kunjung ada jawaban. Tiba-tiba tadi pagi aku menerima paket dari Bukit Tinggi yang diantar petugas Tiki. Kiriman gulai itik tersebut ternyata. Lha, bagaimana ini? Harga dan kemana harus dibayar belum dikasih tahu. 

Segera aku kirim pesan WA lagi, memberi tahu bahwa kiriman gulai itik sudah sampai, harap diinfo berapa harganya dan kemana ditransfer uangnya. Perlu pula menunggu dua jam sebelum jawabannya akhirnya datang. 

Pembayarannya segera aku kirim dengan internet banking. Foto bukti transfer aku kirim lagi melalui WA dan dia mengucapkan terima kasih. Hebat betul pengusaha gulai itik ini menjalankan bisnis on line nya.  Alhamdulillah, malam ini kami akan menikmati gulai itiak lado mudo dari lapau di Ngarai Sianok Bukit Tinggi.

****                                        

Jumat, 25 November 2016

WAG Yang Ternyata Bisa Memutus Silaturrahim

WAG Yang Ternyata Bisa Memutus Silaturrahim   

Kita semakin dipermudah teknologi untuk berkomunikasi. Dengan ponsel kita bisa terhubung dengan sangat mudah kemana saja. Dan hebatnya lagi, sekarang kita bisa bergabung bersama-sama, membuat grup untuk berbagi informasi, berdiskusi, berunding dan sebagainya tanpa mengenal jauh dan dekat. Bumi jadi sedemikian kecil. Yang sedang sangat populer adalah grup dengan menggunakan Whatsapp. Grup Whatsapp bisa teman sekampung, sekomplek perumahan, sealmamater, sekerja, sehobi dan lain sebagainya.  Dan hebatnya, kita bisa jadi anggota dari berbagai grup pada waktu bersamaan. Kalau diikuti maka kita akan disibukkan oleh ratusan celotehan dari semua grup setiap hari.

Di grup WA kita bisa saling sapa. Dari grup yang aku ikuti, memang paling banyak adalah saling menyapa selamat pagi (bisa sampai berpuluh-puluh). Atau mengucapkan selamat ulang tahun. Mendoakan semoga yang sakit cepat sembuh. Menyampaikan ucapan dukacita ketika ada keluarga anggota grup yang meninggal. Yang lebih serius adalah yang menyampaikan pengajian atau tausiyah (sebahagian besar copy paste entah dari mana). Nah akhir-akhir ini yang juga cukup ramai adalah mendukung atau sebaliknya menolak calon yang akan ikut pilkada. 

Sampai saling mendukung dan atau saling menolak calon yang maju pilkada dalam satu grup tentu masih wajar-wajar saja. Masing-masing tentu punya dasar pemikiran kenapa mereka mendukung atau kenapa mereka menolak. Tapi yang disayangkan, ada yang sedemikian fanatiknya dalam mendukung lalu ditentang dengan sedemikian kerasnya oleh yang menolak seorang calon. Tidak hanya sampai di sana, bahkan sampai seperti berdorong-dorongan. Aneh tapi nyata. 

Yang juga jadi ajang perbedaan pendapat adalah tentang sikap penegak hukum di negara kita yang membingungkan. Sepertinya sebagian dari pemegang kunci penegak hukum memang kurang tegas dan terkesan tidak adil. Nah ada yang menilai demikian dan menuntut agar mereka lebih adil. Tapi sebaliknya ada pula yang membela penegak hukum tersebut. Terjadi lagi pro-kontra yang membuat suasana panas di WAG. 

Pro dan kontra seharusnya sesuatu yang sah-sah saja. Tapi mungkin karena terlalu fanatik akhirnya antara sesama anggota WAG terjadi juga gesekan. Di sebuah grup, ada yang akhirnya keluar (left) karena jengkel. Agak sayang kan? Yang lebih ekstrim di grup yang lain, adminnya mengeluarkan anggota yang tidak sepaham dengannya. Ini benar-benar kacau. WAG yang tadinya alat untuk bersilaturrahim meski tempat tinggal saling berjauhan, ternyata akibat situasi politik bisa menjadi pemutus hubungan silaturrahim. Begitu adanya.....

****                              

Selasa, 22 November 2016

Bila Kita Tua

*Bila Kita Tua*

 (Ada yang mengirim ini di WAG, tapi aku lupa entah siapa. Dan terasa sangat mengena, makanya aku share di sini.)
 
*Bila kita tua* 

Luangkan waktu bersama pasangan anda karena salah seorang dari kita akan pergi lebih dahulu dan yang masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan_

*Bila kita tua*
 
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah. Maka sementara berkemampuan, ziarahi seberapa banyak tempat untuk mengingatkan kita tentang kebesaran Allah, lebih-lebih lagi tentang kematian.

*Bila kita tua*
 

Jangan susahkan diri memikirkan anak2 secara berlebihan. Mereka akan mampu berusaha sendiri. Cuma tentukan hutang anda selesai sebelum meninggal dunia supaya mereka tidak menanggung beban yang anda tinggalkan.

*Bila kita tua* 

Luangkan waktu bersama rekan2 lama kerana peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu.

*Bila kita tua*

Terimalah penyakit apa adanya. Karena semua sama, ada kaya atau miskin akan melalui proses yang sama, iaitu lahir bayi, kanak2, dewasa, tua, sakit & mati.

*Kata2 Nasihat*

"Cari kawan yang seperti cermin, kita gembira dia gembira, kita sedih dia ikut sedih. Jangan cari kawan seperti duit logam, depan lain belakang lain.


*Selamat menikmati hari2 menjadi tua*

****

Jumat, 18 November 2016

Supermoon, Tanda Akhir Zaman (Dari Islampos)

Supermoon, Tanda Akhir Zaman (Dari Islampos)         


TELAH kita lihat seperti apa fenomena yang tak biasa itu terjadi. Ya, fenomena supermoon memang begitu menarik simpati banyak orang. Mereka sengaja meluang waktu untuk bisa menyaksikan langsung seperti apa keindahan bulan. Mengingat, pada masa itu bulan terlihat lebih jelas daripada biasanya.



Bulan yang terlihat nampak jelas itu terjadi karena posisi bulan berada begitu dekat dengan bumi. Sehingga, pancaran indahnya bulan dapat terlihat dengan kasat mata. Banyak orang yang begitu senang dengan fenomena ini. Mereka cukup terkesan dan merasakan kepuasan yang tak biasa karena bisa melihat secara langsung dan mengabadikannya.

Tapi, lain halnya dengan orang-orang yang beriman. Mereka justru merasakan kesedihan. Mengapa? Sebab, diketahui bahwa ternyata telah diriwayatkan 1400 tahun yang lalu fenomena seperti ini akan terjadi. Dan sesuatu yang tak biasa ini termasuk salah satu tanda akhir zaman.

Dari Anas bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya bagian dari tanda dekatnya hari kiamat adalah bahwa bulan terlihat dalam satu malam seperti untuk dua malam (– maksudnya: lebih besar dari biasanya, pen–), dan banyak terjadi mati mendadak, dan masjid dijadikan tempat lewat,” (HR. Imam Adhdhiyaa’ Al Maqdisy dalam Al Alhadis Al Mukhtaaroh no: 2325, dan menurut Syaikh Abdul Maalik bin Dhuhaisy, sanadnya Hasan. Demikian juga dihasankan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany dalam Shahih Jaami’ush Shoghiir no: 10841 dan Silsilah Hadis Shahih no: 2292).

Juga ada pula riwayat dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Di antara tanda dekatnya hari kiamat adalah hilal (bulan tsabit) terlihat lebih awal hingga hilal malam pertama dikatakan sebagai hilal malam kedua, masjid-masjid dijadikan sebagai tempat melintas dan banyaknya terjadi kasus kematian mendadak,” (HR. Imam Ath Thabrani no: 1132 dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ish Shoghiir no : 10841).

Dalam hadis tersebut jelas dikatakan bahwa fenomena supermoon ini bisa jadi salah satu tanda akhir zaman. Maka, ini adalah peringatan bagi kita untuk segera memperbaiki diri. Jangan sampai menunda taubat apalagi bersikap acuh terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah. Sebab, boleh jadi, fenomena lainnya, seperti matahari terbit dari arah terbenamnya akan membuat diri kita menyesal. Mengingat saat itu, taubat kita sudah terlambat.

 Wallahu a‘lam. []

Selasa, 15 November 2016

Menegakkan Benang Basah

Menegakkan Benang Basah  

Ini adalah ungkapan Bahasa Melayu tentang perbuatan membela yang kalah dengan kenekatan. Semua fakta dan data sudah menunjukkan bahwa sesuatu itu keliru, alias salah. Tapi ada saja yang tidak mau menerima kenyataan tersebut. Berbagai usaha dilakukan untuk membela agar yang salah atau yang keliru itu tidak terlihat. Bahkan oleh mereka terlihat sebaliknya, yakni tidak keliru alias benar belaka. Orang Inggeris menyebut orang yang suka menegakkan benang basah ini sebagai the bad looser. Sudah nyata terbukti kalau dia di pihak yang kalah tapi tidak mau mengakui kekalahan dan ngotot agar dinyatakan sebagai pemenang. 

Mereka-mereka yang berkecenderungan menegakkan benang basah ini tidak lagi dari kelompok-kelompok kecil. Cukup banyak jumlahnya. Di dalamnya bahkan ada orang-orang yang berpendidikan, yang secara sederhana biasanya diharapkan sebagai orang yang objektif dalam memberi penilaian. Dan ternyata tidak. Mereka keluar dengan dalil-dalil ngawur. Dalil-dalil asbun alias asal berbunyi. Tanpa malu-malu. 

Termasuklah juga di dalam kumpulan-kumpulan lebih kecil. Bahkan anggota grup WA. Anggotanya bersibak menjadi dua. Sebagian menjadi penegak benang basah. Orang-orang seperti ini, anehnya sangat anti dengan mereka yang berseberangan dengan mereka. Semua yang berseberangan dianggap sebagai kelompok yang ekslusif. Yang maunya menang sendiri dan oleh karenanya dianjurkan agar keluar saja dari grup. Hebat sekali! Karena yang benar hanya mereka saja. Atau buat saja grup lain. Ketika mereka membela kelompoknya, dengan kacamata yang burampun bisa terlihat bahwa yang ditegakkan itu benang basah. Tapi mereka merasa hal itu sesuatu yang wajar. Demikian sikap penegak benang basah ini.  

Yang sangat disayangkan, di tengah-tengah pengayom masyarakatpun ada kelompok penegak benang basah. Yang cenderung berat sebelah. Mungkin mereka ini termasuk yang oleh Gus Dur dulu dijuluki sebagai kelompok yang 'maju tak gentar - membela yang bayar'. 

Para penegak benang basah ini adalah orang-orang yang tidak adil. Yang cenderung mau menang sendiri. Mereka tidak tahu bahwa di atas sana ada Yang Maha Kuasa yang mengamati perbuatan mereka. 

****            

Sabtu, 12 November 2016

Hari-hari Melayat

Hari-hari Melayat 

Kematian terjadi saja setiap saat. Dan setiap kita pasti akan mati. Kullu nafsin dzaaiqatul maut, firman Allah dalam al Quran. Setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian. Semua kita akan mendapat giliran, tinggal masalah waktu. Entah kapan tepatnya, entah di mana tempatnya, entah dengan proses bagaimana datangnya, hanya Allah saja Yang Maha Tahu tentang itu. Namun yang pasti, sekali lagi, giliran kita pasti datang. 

Minggu ini aku pergi melayat dua kali.

Hari Selasa yang lalu etek ku (bibi dalam bahasa Indonesia) meninggal di rumah anak beliau di Ciputat. Usia beliau 93 tahun. Beliau lebih tua beberapa bulan dari ibuku. Dan ibuku sudah lebih dahulu dipanggil Allah 14 tahun yang lalu. Beliau ini adalah yang paling tua di persukuan kami. Yang sangat istimewa dari beliau adalah bahwa ingatan beliau luar biasa bening. Beliau ingat dengan banyak hal yang kita, yang lebih muda terheran-heran dengan ketajaman ingatan beliau tersebut. Waktu aku memberi tahu si Bungsu bahwa nenek D meninggal, dan menanyakan apakah dia tahu siapa yang aku maksud, lalu jawab si Bungsu, ya aku tahu, nenek yang tahu bahwa aku sekolah di farmasi ITB. Padahal kami membawa si Bungsu mengunjungi beliau paling-paling hanya sekali setahun di saat hari raya. 

Sudah cukup lama beliau lebih banyak terbaring di tempat tidur. Namun di tempat tidur beliau selalu sangat akrab dengan al Quran. Dan dengan hape, untuk ber sms dengan anak-anak, cucu-cucu dan bahkan piyut-piyut beliau. Semua sekarang pasti sangat kehilangan setelah beliau tidak ada. Tidak ada lagi yang mengirim sms untuk menasihati mereka. Mudah-mudahan Allah menempatkan beliau di tempat yang sebaik-baiknya di alam barzah.

Tadi pagi aku pergi melayat seorang rekan sekerja di Total. Dia meninggal tadi malam. Cukup lama dia sakit. Terakhir sekali aku bertemu dengannya di pesta pernikahan anak rekan kami yang lain beberapa bulan yang lalu. Waktu itu dia bercerita bahwa dia sedang mengidap penyakit ca, yang oleh dokter diberitahu sudah stadium 4. Dia tahu bahwa yang disampaikan dokter itu adalah sebuah warning. Kita tunggu sajalah, katanya waktu itu. 

Dia sekitar dua tahun lebih tua dariku. Tapi umur bukanlah suatu halangan bagi datangnya kematian. Ada yang muda, ada yang tua waktu mengakhiri kehidupan. Masing-masing sudah ditetapkan Allah bahagiannya.

Aku ikut menyalatkan jenazahnya tadi pagi tapi tidak ikut mengantarnya ke pemakaman. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima amal ibadahnya.

Kita sama-sama telah hadir dalam kehidupan di dunia ini. Sudah berkiprah sesuai dengan kemampuan dan kepandaian kita masing-masing. Berbeda-beda pencapaian kita dalam kehidupan. Ada yang berhasil, ada yang biasa-biasa saja, ada yang tertatih-tatih. Tapi semua kita berakhir pada kematian. Hasil perolehan dunia kita tinggalkan, apapun itu. Yang kita bawa mati adalah catatan amal selama kita hidup. Dan setiap amal itu nanti akan diperhitungkan Allah untuk diberi ganjaran dari Nya. Kita berharap, kiranya kita mengakhiri kehidupan ini dalam husnul khaatimah. Dalam akhir yang baik menurut penilaian Allah.   

****