Minggu, 06 Maret 2011

Pemberian

Pemberian

Kita pasti pernah memberi. Atau menerima pemberian. Memberi hadiah atau menerima hadiah. Saling memberi dan menerima adalah penghubung tali silaturrahim. Pemberian yang diberikan dengan ikhlas tanpa pamrih. Nilainya sangat baik di sisi Allah. Rasulullah SAW mengatakan; 'jika kalian memasak daging, banyakkan kuahnya. Bagikan kepada tetangga sebagai hadiah.' Sebagai pemberian, pemelihara hubungan silaturrahim.

Pemberian yang bernilai tinggi adalah pemberian yang tidak disertai pamrih. Tidak mengharapkan apa-apa selain dari keridhaan Allah SWT. Simaklah ayat-ayat Allah di surah 76 ayat 9 dan 10. 'Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanya karena mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan darimu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesunggguhnya kami takut kepada azab Tuhan kami pada hari yang muram dan suram.' Begitu.....

Pemberian tidak diijinkan Rasulullah SAW apabila disangkutkan dengan jabatan. Tersebutlah kisah seorang pengumpul atau amil zakat, membawa hasil yang dikumpulkannya ke baitul maal. Kecuali sepotong benda. Rasulullah SAW bertanya, apa benda tersebut. Si Fulan ini menjawab, ini adalah pemberian orang yang berzakat tadi khusus untukku. Kata Nabi SAW; akankah kira-kira orang itu memberimu hadiah seperti itu seandainya engkau bukan petugas zakat? Jawab si Fulan, tidak. Maka kata Nabi SAW, letakkanlah bersama barang-barang yang lain di sini karena dia bukan hak engkau.

Pada suatu kesempatan Umar bin Khaththab didatangi seorang utusan (duta dari negeri lain). Utusan itu memberi hadiah sebuah gelang emas untuk istri Umar tanpa sepengetahuan Umar. Beberapa lama setelah tamu itu pergi, Umar mendapati istrinya memakai gelang emas. Umar bertanya dari mana si istri mendapatkannya. Istrinya menjawab bahwa itu adalah hadiah tamu yang datang tadi untuknya. Umar mengatakan, engkau tidak akan diberi hadiah jika engkau bukan istri khalifah. Gelang itu bukan milikmu, segeralah letakkan ke baitul maal. Dan si istri patuh.

Adakah kita bersikap sama ketika menerima pemberian? Atau barangkali kita justru mengkondisikan agar seseorang memberikan sesuatu? Atau kita memberi karena mengharapkan sesuatu? Atau bahkan memberi agar dibiarkan berbuat suatu pelanggaran? Jawablah sendiri......

Dan kita akan diminta pertanggungan jawab nanti dengan pemberian-pemberian yang tidak ikhlas itu......

****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar